BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Jurnalistik
Untuk memahami jurnalistik data ditinjau dari
tiga sudut andang yaitu : harfiah (etimologi), konseptual (terminologi), dan
praktis.[1]
Pertama , jurnalistik (journalistic)
secara harfiah (etimologi) artiya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya
jurnal (journal), artinya ‘laporan’ atau catatan atau jour dalam bahasa
perancis yang berarti hari (day). Asal –muasalnya dari bahasa Yunani
kuno, du jour yang berarti ‘hari’,yakni kejadian hari ini yang
diberitakan dalam lembaran tercetak. Tak
heran jika jurnalistik sering diidentikan banyak orang dengan hal-hal yag berhubungan dengan media
cetak, terutama surat kabar.
Kedua, jurnalistik secara konseptual
(terminologi) mengandung tiga engertian, yaitu sebagai berikut :
1.
Jurnalistik
adalah proses “aktivitas” atau kegiatanmencari, menguulkn menyusun,
mengolah/menulis, mengedi, menyajikan, dan menyebarluaskan berita kepada
khalayak melalui saluran media massa.
2.
Jurnalistik adalah”keahlian”
(expertise) atau “ketrampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (news,views
dan feature) termasuk keahlian dalam pencarianberita, peliputan
peristiwa (reportase), dan wawancara (interview).
3. Jurnalistik adalah bagian dari “bidang kajian” komunikasi/publistik, khususnya mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini/pendapat, pemikiran, ide/gagasan) melalui media masa, (cetak dan elektronik). Jurnalistiktergoong ilmu terapan (applied science) yang sifatnya dinamis dan terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi dankomunikasi, serta dinamika masyarakat itu sendiri.